"To revolt today, means to revolt against war" [Albert Camus]

 

Blog ini berisi working paper, publikasi penelitian, resume berikut review eksemplar terkait studi ilmu-ilmu sosial & humaniora, khususnya disiplin sosiologi, yang dilakukan oleh Wahyu Budi Nugroho [S.Sos., M.A]. Menjadi harapan tersendiri kiranya, agar khalayak yang memiliki minat terhadap studi ilmu-ilmu sosial & humaniora dapat memanfaatkan berbagai hasil kajian dalam blog ini dengan baik, bijak, dan bertanggung jawab.


Sabtu, 12 Maret 2011

Pengantar Sosiologi X

PENGANTAR SOSIOLOGI X

Disusun Oleh:
Wahyu Budi Nugroho

Bab X
Penulisan Laporan Penelitian Ilmiah


            Dalam pembahasan terdahulu, kita telah mengkaji berbagai bentuk metode penelitian sosial, antara lain kuantitatif atau survey dan metode penelitian kualitatif. Sedikit mengulas, metode penelitian kuantitatif menggunakan instrumen (alat/media) berupa questioner untuk mengumpulkan data, dengan hasil akhir (output) berupa angka atau grafik. Sedang, metode questioner menggunakan instrumen berupa interview (wawancara) guna mengumpulkan data, dengan hasil akhir berupa paparan eksplanasi-deskriptif (penjelasan dan penggambaran). Namun demikian, meskipun keduanya memiliki berbagai sendi perbedaan yang mendasar, dalam penulisan laporan penelitian baik keduanya memiliki sistematika penulisan yang sama. Bab ini akan menjelaskan lebih jauh sistematika penulisan laporan penelitian ilmiah baik dalam metode penelitian kuantitatif maupun kualitatif.

Sistematika Laporan Penelitian Ilmiah


            Secara umum, sistematika laporan penelitian ilmiah yang berlaku dan digunakan dalam ranah akademik mencakup:
  1. Abstraksi
  2. Latar Belakang Masalah
  3. Rumusan Masalah
  4. Obyek Penelitian
  5. Tujuan Penelitian
  6. Kerangka Teoretik
  7. Tinjauan Pustaka
  8. Metode Penelitian
  9. Isi Penelitian
  10. Kesimpulan dan Penutup
  11. Daftar Pustaka
Berikut akan dibahas beberapa sendi pokok sistematika penulisan laporan penelitian ilmiah di atas.

Abstraksi
            Abstraksi merupakan ringkasan dari penulisan laporan penelitian ilmiah. Abstraksi berfungsi guna memberikan informasi secara singkat pada pembaca; apakah penelitian tersebut adalah perihal yang dicarinya ataukah tidak (berguna bagi dirinya ataukah tidak). Abstraksi berisi ringkasan dari sistematika penulisan laporan penelitian ilmiah; sedari “latar belakang masalah” hingga “kesimpulan”. Jumlah halaman dari abstraksi dianjurkan tak lebih dari dua halaman.

Latar Belakang Masalah
            Dalam penulisan “Latar Belakang Masalah” setidaknya terdapat empat hal yang patut diperhatikan. Pertama, “argumen yang diketahui bersama”, hal tersebut merupakan pembuka atau ringkasnya, “basa-basi” dalam memulai penulisan laporan penelitian. “Argumen yang diketahui bersama” dapat diperoleh melalui media elektronik maupun cetak. Tegas dan jelasnya, hal tersebut merupakan suatu fenomena, peristiwa atau kejadian yang diketahui oleh banyak orang, bahkan “orang awam” sekalipun-kejadian yang populer.
            Kedua, “kesenjangan antara das sollen (seharusnya) dan das sein (senyatanya)”. Dalam hal ini, kita perlu menentukan tipe ideal dari suatu peristiwa, bahwa hal tersebut seharusnya bla, bla, bla ... namun kenyataan di lapangan bla, bla, bla...
            Ketiga, dalam latar belakang masalah syarat disertakan alasan, “Mengapa penelitian ini layak dilakukan atau diangkat?”.  Hal tersebut guna menginformasikan bahwa penelitian yang dilakukan bersifat urgen dan bakal memberikan suatu sumbangsih yang berharga.
            Keempat, “slogan”. Pada dasarnya, penulisan slogan dalam latar belakang masalah tidaklah wajib disertakan. Slogan sekedar berfungsi untuk menambah daya tarik laporan penelitian, hal tersebut dapat dicuplik melalui perkataan yang cukup menarik dari seorang tokoh atau dapat berupa “kata-kata mutiara”.

Rumusan Masalah
            “Rumusan Masalah” merupakan “perasan” (poin-poin) masalah yang diambil melalui latar belakang masalah di atas, yakni hasil dari kesenjangan antara das sollen dengan das sein. Rumusan masalah ditulis dalam bentuk kalimat pertanyaan. Sebagai misal,
  • Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan terjadinya kemiskinan pada masyarakat Gunung Kidul?
Tujuan Penelitian
            “Tujuan Penelitian” secara jelas tersurat, merupakan tujuan seorang peneliti melakukan atau mengangkat penelitian tersebut. Dalam penulisan laporan penelitian ilmiah, secara mudah, bentuk tujuan penelitian sekedar merubah redaksi kalimat tanya pada rumusan masalah menjadi “kalimat pernyataan”. Sebagai misal,
  • Mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan terjadinya kemiskinan pada masyarakat Gunung Kidul.
Kerangka Teoretik
            “Kerangka Teoretik” merupakan salah satu begian tersulit dalam penulisan laporan penelitian ilmiah. Di samping diperlukannya wawasan yang luas akan khazanah teoretik sosiologi, pemilahan atas suatu teori syarat pula akan kesesuaiannya dengan fenomena di lapangan; konteks, besar-kecil suatu permasalahan serta luas-sempit dampak yang ditimbulkannya. Hal tersebut mengingat pembagian tataran teori disiplin sosiologi dalam tiga tingkatan yang antara lain,
  1. Grand Theory: adalah teori-teori besar yang berlaku di seluruh dunia dan dalam berbagai bentuk masyarakat apapun.
  2. Middle Range Theory: adalah teori-teori pertengahan (sedang) yang sekedar berlaku di beberapa belahan dunia dan masyarakat.
  3. Lower Range Theory: adalah teori-teori kecil yang bersifat spesifik, sekedar berlaku di salah satu wilayah dunia atau masyarakat saja.
Penulisan kerangka teoretik dalam laporan penelitian ilmiah berperan sebagai guide ‘petunjuk’ atau “pegangan” di lapangan. Dalam hal ini, keterkaitan antara teori dengan fakta lapangan perlu dijabarkan sedemikian rupa guna menunjukkan gambaran secara umum realitas lapangan.


Tinjauan Pustaka
“Tinjauan Pustaka” diperlukan bilamana terdapat beberapa istilah ilmiah yang sulit berikut tak diterjemahkan secara umum dalam judul penulisan laporan penelitian ilmiah yang disusun. Sumber dari penerjemahan berbagai istilah tersebut pun hendaknya diambil melalui sumber-sumber kepustakaan yang populer seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Ilmiah Populer, Kamus Oxford, dll.

Metode Penelitian
            Secara garis besar, terdapat dua bentuk metode penelitian: kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian kuantitatif atau survey menggunakan questioner sebagai instrumen pengumpulan data dengan hasil akhir berupa angka, statistik atau grafik. Sedang, metode penelitian kualitatif menggunakan interview (wawancara) sebagai instrumen pengumpulan data dengan hasil akhir berupa paparan eksplanasi-deskriptif (penjelasan dan penggambaran).

Isi Penelitian
            Telah jelas. Berisi paparan penelitian selama terjun di lapangan.

Kesimpulan dan Pentup
            Telah jelas. Berisi kesimpulan penelitian selama terjun di lapangan. Umumnya, kesimpulan penelitian berisi paparan yang menguatkan, menyanggah sebagian atau menolak keseluruhan kerangka teoretik yang digunakan, bahkan dapat pula memaparkan konstruksi teori yang baru.
Daftar Pustaka
            Berisi berbagai sumber atau acuan referensi yang digunakan selama melakukan penulisan laporan penelitian ilmiah. Kaidah umum penulisan daftar pustaka yang digunakan adalah sebagai berikut,
  • Berger, Peter L. 1994. Langit Suci: Agama Sebagai Realitas Sosial. Jakarta: LP3ES.
            Nama belakang dari penulis diletakkan di depan, kemudian tahun penerbitan buku, judul buku dengan italic word (huruf miring), asal kota penerbit dan selanjutnya nama penerbit.

Ide-ide Pokok
  • Penelitian yang bercorak kuantitatif maupun kualitatif memiliki sistematika penulisan laporan penelitian ilmiah yang sama.
  • Sistematika penulisan laporan penelitian ilmiah yang digunakan secara umum mencakup abstraksi, latar belakang masalah, rumusan masalah, obyek penelitian, tujuan penelitian, kerangka teoretik, tinjauan pustaka, metode penelitian, isi penelitian, kesimpulan dan penutup, serta daftar pustaka.

0 komentar:

Poskan Komentar

Facebook Connect

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger