"To revolt today, means to revolt against war" [Albert Camus]

 

Blog ini berisi working paper, publikasi penelitian, resume berikut review eksemplar terkait studi ilmu-ilmu sosial & humaniora, khususnya disiplin sosiologi, yang dilakukan oleh Wahyu Budi Nugroho [S.Sos., M.A]. Menjadi harapan tersendiri kiranya, agar khalayak yang memiliki minat terhadap studi ilmu-ilmu sosial & humaniora dapat memanfaatkan berbagai hasil kajian dalam blog ini dengan baik, bijak, dan bertanggung jawab.


Sabtu, 12 Maret 2011

PROPOSAL PENELITIAN: PENGARUH INTENSITAS PRESENSI MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN TERHADAP AKUMULASI INDEKS PRESTASI (IP) AKHIR

PROPOSAL PENELITIAN:
PENGARUH INTENSITAS PRESENSI MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN
TERHADAP AKUMULASI INDEKS PRESTASI (IP) AKHIR
(RESEARCH LONGITUDINAL)
Oleh: Wahyu Budi Nugroho
ABSTRAK
            Dalam penelitian ini kami mengambil judul sebagai berikut:
“PENGARUH INTENSITAS PRESENSI MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN
TERHADAP AKUMULASI INDEKS PRESTASI AKHIR”
            Kami menyadari sepenuhnya bahwa penelitian ini tidaklah mudah dan sederhana dilakukan mengingat cukup banyaknya variabel yang akan kami jumpai kemudian, walaupun memang suatu hal yang wajar dalam ilmu sosial apabila hubungan tunggal antara satu variabel dengan variabel lain tidak pernah terdapat dalam realita, oleh karena itu kesimpulan yang diperoleh dari hubungan antara dua variabel harus dianggap sebagai kesimpulan sementara dan harus diinterpretasikan dengan hati-hati.[1]  
            Setidaknya kami menemui beberapa variabel dalam penelitian ini, antara lain variabel bebas berupa jarak, tersedia-tidaknya sarana transportasi, tinggi-rendahnya harga BBM, memadai-tidaknya sarana dan prasarana kelas, baik-tidaknya dosen memberikan materi di kelas, tinggi-rendahnya motivasi mahasiswa dan variabel terikat berupa akumulasi indeks prestasi akhir itu sendiri. Dengan banyaknya variabel yang ditemukan, menjadi mungkin bagi kami untuk melakukan penelitian ini secara bertahap yang dikenal dengan nama research longitudinal.[2] Pada tahapan awal, kami berupaya melakukan penelitian terkait dengan variabel jarak. Dengan kata lain, penelitian tahap awal yang kami susun bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh antara jarak tempat tinggal mahasiswa dengan tempat perkuliahan terhadap intensitas presensi mahasiswa dalam perkuliahan.  
            Dengan demikian, sistematisasi penelitian yang kami harapkan secara berkesinambungan hendak beranjak pada tahapan-tahapan lanjutan setelah tahapan sebelumnya tertuntaskan. Dalam hal ini, setelah penelitian terkait jarak tertuntaskan maka kami akan beranjak pada penelitian yang berkaitan dengan tersedia-tidaknya sarana transportasi mahasiswa, kemudian pengaruh atas tinggi-rendahnya harga BBM, demikian seterusnya hingga terkait aspek tingkat motivasi diri mahasiswa dan pengaruhnya pada akumulasi indeks prestasi akhir. Adapun penelitian akan kami akhiri pada taraf inferensial di mana penelitian yang kami lakukan tidak hanya berhenti pada taraf deskriptif, melainkan diakhiri pada keyakinan mengambil berbagai kesimpulan umum mengenai objek tersebut. Berbagai kesimpulan inilah yang pada akhirnya diharapkan dapat menjadi dasar dalam pemecahan  persoalan-persoalan terkait.[3]
LATAR BELAKANG MASALAH
            Saat ini presensi perkuliahan menjadi pertimbangan dapat-tidaknya mahasiswa mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS), dalam hal ini mahasiswa yang tidak memenuhi syarat 75% presensi dari keseluruhan acara perkuliahan tidak diperkenankan mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS).[4] Seyogyanya, dengan adanya peraturan di atas mahasiswa mengusahakan untuk hadir memenuhi paling sedikitnya 75% presensi dari keseluruhan acara perkuliahan, namun faktual masih cukup banyak mahasiswa yang tidak memenuhinya.  
            Dari berbagai variabel yang berkaitan dengan intensitas presensi mahasiswa dalam perkuliahan, pada tahapan awal penelitian kami lebih memfokuskan diri pada aspek jarak. Idealnya, suatu tempat yang memiliki jarak lebih dekat terhadap suatu tempat tujuan memiliki intensitas presensi yang lebih tinggi pada tempat tujuan tersebut dibandingkan dengan suatu tempat yang jaraknya lebih jauh dari suatu tempat tujuan tersebut. Dengan kata lain, semestinya tempat tinggal mahasiswa yang lebih dekat dengan tempat perkuliahan lebih memudahkannya menghadiri acara perkuliahan dibandingkan dengan mahasiswa yang tempat tinggalnya lebih jauh dari tempat perkuliahan. Di sinilah letak permasalahannya. Apakah aspek jarak memiliki pengaruh yang benar-benar signifikan pada intensitas presensi mahasiswa dalam perkuliahan. Inilah yang melatarbelakangi, mengapa kami memberanikan diri menyusun penelitian longitudinal tahap awal ini dengan permasalahan-permasalahan tersebut. 
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah yang hendak kami ajukan dan dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
“Adakah pengaruh antara jarak tempat tinggal mahasiswa dengan tempat perkuliahan terhadap intensitas presensi mahasiswa dalam perkuliahan”.
OBYEK PENELITIAN
            Dalam penelitian ini, obyek yang akan diteliti adalah:
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM dengan sampling masing-masing sepuluh mahasiswa dari berbagai jurusan/departemen yang ada di fakultas (quota sampling).
TUJUAN PENELITIAN
            Dengan demikian, tujuan penelitian yang hendak kami ajukan adalah:
Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh antara jarak tempat tinggal mahasiswa dengan tempat perkuliahan terhadap intensitas presensi mahasiswa dalam perkuliahan sebagai tahapan atau pijakan awal penelitian longitudinal.   
KERANGKA TEORI
Teori Ravenstein à Hukum Perpindahan (The Laws of Migration)[5]
“Prosentase pendatang kian menurun dengan makin jauhnya tempat asal dengan tempat tujuan.”
            Teori Ravenstein pada dasarnya berbicara mengenai migrasi tenaga kerja atas kepentingan mata pencaharian. Tidak terdapatnya teori lain yang begitu sesuai dengan penelitian yang kami lakukan memungkinkan pengadopsian teori ini. Adapun teori lain yang erat pula kaitannya dengan mobilitas penduduk antartempat yakni apa yang dikemukakan oleh Everett Lee bahwa volume perpindahan penduduk meningkat sejalan dengan perkembangan ekonomi suatu negara dan cenderung untuk meningkat lebih cepat apabila terdapat keanekaragaman yang menonjol antardaerah atau antarpenduduk.[6] Namun demikian dengan berbagai pertimbangan matang dan seksama kami menyimpulkan kemudian bahwa teori mobilitas Everett Lee justru kian jauh dari objek penelitian yang kami maksudkan, ditemui bahwa teori ini lebih condong pada mobilitas penduduk yang terkait erat dengan ekonomi. Sebaliknya dengan Teori Ravenstein, meskipun pada dasarnya teori ini berbicara mengenai mobilitas tenaga kerja, namun kami menemui bahwa mahasiswa dapat pula diklasifikasikan dalam golongan tenaga kerja yang tidak berorientasi pada upah.      
DEFINISI KONSEPTUAL
  • Jarak:
Ruang sela (panjang atau jauh) antara dua benda atau tempat.[7]
  • Intensitas:
Keadaan tingkatan atau ukuran intensitasnya.[8]
  • Presensi:
Kehadiran.[9]

DEFINISI OPERASIONAL
  • Jauh-Dekat:
Bagi kami jarak tempuh 1 Km merupakan patokan jauh-dekat tempat tinggal mahasiswa dengan tempat kuliah, dalam hal ini jarak antara kedua tempat tersebut yang kurang dari 1 Km dikatakan dekat sedangkan jarak yang lebih dari1 Km antara kedua tempat tersebut dikatakan jauh.
METODE PENELITIAN
Survey
Melalui:
  • Penggunaan sampling populasi  
  • Teknik pengumpulan data questioner  
            Survey adalah penelitian yang ditujukan pada individu atau populasi yang bersifat universum dan menggunakan questioner sebagai instrumen pokok pengumpulan data, dalam hal ini besarnya universum mengakibatkan survey hanya mampu meneliti sebagian variabel saja atau tidak dapat melihat variabel secara holistik. Besarnya populasi yang diteliti menjadikan pengambilan sampel sebagai keniscayaan, selanjutnya temuan dan kesimpulan pada sampel dijadikan dasar penarikan temuan dan kesimpulan pula pada populasi.[10]








*****


[1] Lihat Masri Singarimbun & Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai, LP3ES, Jakarta, 1989, h. 57.
[2] Lihat Sutrisno Hadi, Metodologi Research 1, Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, 1984, h. 4. Research berdasarkan penggolongan menurut approachnya mencakup research longitudinal dan research cross-sectional.  
[3] Ibid., h. 3. Persoalan terkait semisal memahami berbagai variabel yang berpengaruh signifikan pada akumulasi indeks prestasi akhir mahasiswa sehingga pada akhirnya dapat diambil berbagai kebijakan strategis guna melakukan berbagai pembaharuan ke arah yang lebih baik.
[4] Peraturan dan ketentuan akademik resmi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM sejak tahun ajaran 2006-2007.   
[5] Lihat Anne Booth-Peter Mc Cawley (ed), Ekonomi Orde Baru, LP3ES, Jakarta, 1986, h. 392.
[6] Ibid., h. 376.  
[7] Lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia/Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, ed.2.-cet. 9.-Jakarta: Balai Pustaka, 1997. h. 402.
[8] Ibid., h. 383.
[9] Ibid., h. 787.
[10] Masri Singarimbun & Sofian Effendi, op. cit., h. 2 & Rahardjo, “Penelitian Survey”, Bahan Kuliah Aplikasi Metode Penelitian Kuantitatif S1 Sosiologi, FISIPOL UGM Yogyakarta.    

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Artikelnya bagus. Ijin buat ngutip.

Poskan Komentar

Facebook Connect

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger