"To revolt today, means to revolt against war" [Albert Camus]

 

Blog ini berisi working paper, publikasi penelitian, resume berikut review eksemplar terkait studi ilmu-ilmu sosial & humaniora, khususnya disiplin sosiologi, yang dilakukan oleh Wahyu Budi Nugroho [S.Sos., M.A]. Menjadi harapan tersendiri kiranya, agar khalayak yang memiliki minat terhadap studi ilmu-ilmu sosial & humaniora dapat memanfaatkan berbagai hasil kajian dalam blog ini dengan baik, bijak, dan bertanggung jawab.


Selasa, 14 Juni 2011

Contoh Konkret Perubahan Sosial & Kebudayaan

Contoh Konkret Perubahan Sosial & Budaya
Oleh: Wahyu Budi Nugroho


1.      Perubahan Sosial
v  Revolusi Proletar Rusia Oktober 1917
            Feodalisme Rusia yang dijalankan oleh Tsar Nicholas II pada prakteknya menyengsarakan rakyat Rusia. Esensi dari feodalisme tersebut merupakan perbudakan yang dilakukan kaum borjuis karena kepemilikan alat-alat produksi terhadap kaum proletar. Secara ekplisit hal tersebut ditunjukkan dengan adanya penyusunan chinovnik ‘derajat’ antara golongan atas/borjuis dengan golongan bawah/proletar. 
            Di tengah situasi yang sedemikian rupa, muncullah seorang tokoh yang bernama Vladimir Ilyich Ulyanov (Lenin). Oratori dan tulisan Lenin yang penuh dengan propaganda pemberontakan terhadap pemerintahan Tsar Nicholas mampu mempengaruhi rakyat untuk bergerak dan menciptakan revolusi, revolusi tersebut dikenal dengan “Revolusi Oktober 1917”. Dampak dari revolusi tersebut adalah terjadinya perubahan sosial yang drastis berkait struktur sosial. Perubahan yang paling mencolok adalah jatuhnya posisi kaum borjuis (bangsawan dan gereja). Kaum borjuis tidak lagi menempati puncak strata sosial, gagasan yang hendak diwujudkan Lenin adalah masyarakat tanpa kelas berdasar doktrin “sama rasa, sama rata”.

2.      Perubahan Kebudayaan      
v  Globalisasi
            Era globalisasi adalah era dimana jarak dan waktu tidak menjadi pembatas bagi masyarakat di  berbagai belahan dunia. Hal tersebut dimungkinkan karena adanya kemajuan teknologi di bidang transportasi maupun komunikasi. Globalisasi digawangi oleh negara-negara maju atau negara dunia pertama. Alasan utama digalakkannya globalisasi terkait dengan liberalisme ekonomi atau pasar bebas.
            Namun demikian, liberalisme ekonomi yang menjadi jargon utama globalisasi ternyata turut membawa dampak negatif terhadap budaya bangsa-bangsa inferior di dunia. Hal ini tampak melalui modernisasi yang diikuti dengan westernisasi. Tampak dengan jelas bahwa budaya luhur bangsa-bangsa inferior mulai pudar akibat pengacuan budaya terhadap bangsa-bangsa maju, hal ini dapat dilihat melalui lunturnya nilai dan norma sosial serta mode pakaian.

*****

0 komentar:

Poskan Komentar

Facebook Connect

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger