"To revolt today, means to revolt against war" [Albert Camus]

Blog ini berisi working paper, publikasi penelitian, resume berikut review eksemplar terkait studi ilmu-ilmu sosial & humaniora, khususnya disiplin sosiologi, yang dilakukan oleh Wahyu Budi Nugroho [S.Sos., M.A]. Menjadi harapan tersendiri kiranya, agar khalayak yang memiliki minat terhadap studi ilmu-ilmu sosial & humaniora dapat memanfaatkan berbagai hasil kajian dalam blog ini dengan baik, bijak, dan bertanggung jawab.


Selasa, 23 Agustus 2011

Kalimat-kalimat Sederhana yang Merubah Dunia

Kalimat-kalimat Sederhana yang Merubah Dunia
Oleh: Wahyu Budi Nugroho


…Nyatanya, merubah dunia tak sesulit yang dibayangkan. Cukup merangkai untaian kalimat sederhana yang menyentuh dan bermakna, segalanya dapat terjadi. Dan, menurut idealisme Hegel, berbagai ide/pemikiran yang terdapat dalam diri manusia tak lain merupakan anugerah-Nya. Manusia hanyalah instrumen/media pengejawantah berbagai ide/pemikiran tersebut, sedang perubah dunia tetaplah diri-Nya.  

Liberty, Egality and Fraternity
Untaian kalimat di atas merupakan slogan Revolusi Perancis 1789 cetusan J.J Rousseau yang berarti “Kebebasan, Persamaan dan Persaudaraan”. Slogan tersebut dicetuskan sebagai respon atas kegagalan pemerintahan Raja Louis XVI yang sekedar melahirkan kesewenang-wenangan berikut penderitaan pada rakyat Perancis kala itu. Pada dasarnya, untaian kalimat tersebut merupakan esensi dari buah karya Rousseau berjudul, Du Contract Social. Segera setelah slogan tersebut tercetus dan populer, penjara Bastille diserang, Revolusi Perancis pun dimulai.

“Beri kami tanah dan roti!”
Revolusi Rusia 1917 didaulat banyak pihak sebagai salah satu revolusi agung dalam sejarah umat manusia. Revolusi tersebut menandai kemenangan kaum miskin-papa atas ksewenang-wenangan kaum borjuis-feodal. Revolusi tersebut digerakkan oleh Vladimir Illich Lenin yang dalam setiap marsnya selalu meneriakkan, “Beri kami tanah dan roti!”.

Deutchland Uber Alles!
Deutchland Uber Alles atau “Jerman di atas segala-galanya” merupakan lagu kebangsaan Jerman sekaligus slogan yang selalu didengungkan Hitler kala Jerman terpuruk akibat kekalahan dalam Perang Dunia I (1914-1918). Jerman yang kala itu dirugikan oleh Perjanjian Versailles; membayar kerugian perang sebesar dua milar marks, menyerahkan sebagian daerah kekuasaannya dan memperkecil angkatan perang—seketika bangkit akibat slogan Deutchland Uber Alles yang kembali diingatkan berikut selalu didengungkan Hitler.      

I Have A Dream
Kalimat di atas merupakan judul pidato yang disampaikan Martin Luther King dalam perjuangannya mewujudkan kesetaraan hak asasi bagi kaum kulit hitam di Amerika Serikat. Bersama Malcom X, King dijuluki CIA sebagai “dua mesias kulit hitam”. “Kita harus mencegah kebangkitan dua mesias kulit hitam ini”, demikian pungkas J. Edgar Hoover, kepala CIA kala itu. Dalam pidatonya, King ajeg mengulang perkataan I have a dream sebagai berikut;

I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: "We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal."


I have a dream that one day on the red hills of Georgia, the sons of former slaves and the sons of former slave owners will be able to sit down together at the table of brotherhood.


I have a dream that one day even the state of Mississippi, a state sweltering with the heat of injustice, sweltering with the heat of oppression, will be transformed into an oasis of freedom and justice.


I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.


I have a dream today!


I have a dream that one day, down in Alabama, with its vicious racists, with its governor having his lips dripping with the words of "interposition" and "nullification" -- one day right there in Alabama little black boys and black girls will be able to join hands with little white boys and white girls as sisters and brothers.


I have a dream today!


I have a dream that one day every valley shall be exalted, and every hill and mountain shall be made low, the rough places will be made plain, and the crooked places will be made straight; "and the glory of the Lord shall be revealed and all flesh shall see it together."

Segera setelahnya, kalimat retorik King di atas (I have a dream), menjiwai pergerakan seluruh kaum kulit hitam di saentaro Amerika Serikat, dan apa yang mereka cita-citakan pun terwujud kemudian, meski memang, sebelumnya harus dibayar mahal dengan kematian dua mesias kulit hitam tersebut: Martin Luther King dan Malcom-X.

*****

2 komentar:

Muhammad Darobi mengatakan...

salam hangat bung wahyu budi nugroho, masih ingat dengan saya... hem hem hem
when i read your article, directly i remember what the founding leader of Indonesia (Sukarno) said in his speech.

"100 orang hanya bermimpi, tetapi berikanlah aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia!” but most of the people in Indonesia, the have forgotten this word.
this word not only a dream but more than that, the meaning has an awesome thing we should realize. Sukarno lead this country/ nation and had success when he was 40 years old. but looks now days, our leader has more than 50 years old age. so whats going on?.. we need a fresh leader such as SOEKARNO having brought us from the imperialism to the freedom, we need a young leader. we should consider bout it...but by the way, your written has made me wake up from my day dreaming,

there is a wise word saying: the differences of having success is only how strong they have a dream...

nice post.. mr. wahyu budi nugroho...

Wahyu Budi Nugroho mengatakan...

of course i still remember you mr. darobi, euh, hehe.

well, thanks for your comment. as i know, soekarno said that, "berikan aku seribu pemuda, maka memindahkan gunung semeru, tapi bawakan aku sepuluh pemuda yang cinta tanah airnya, maka menggoncang dunia!" (well, i ever be soekarnoist when sit at senior high school).

i absolutely agree with you sir, but i also want to tell you that actually Indonesia is the easiest country to be changed. in our country, to held transformation (reformation) only need 100.000 persons demonstrants. while in Phillipina they need 500.000, Iran a million, and the most expensive country to be changed is Romania, to ending the dictatorial government of Causcaseau there, needed a million and half of demonstrants.

Unfortunetly, the spirit of young soekarno represented in other world, they are chavez and moralez which succesed transform their country to be better and better.

warm wishes for you, mr. Darobi
nice discussion ;)

Poskan Komentar

Facebook Connect

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger