"To revolt today, means to revolt against war" [Albert Camus]

 

Blog ini berisi working paper, publikasi penelitian, resume berikut review eksemplar terkait studi ilmu-ilmu sosial & humaniora, khususnya disiplin sosiologi, yang dilakukan oleh Wahyu Budi Nugroho [S.Sos., M.A]. Menjadi harapan tersendiri kiranya, agar khalayak yang memiliki minat terhadap studi ilmu-ilmu sosial & humaniora dapat memanfaatkan berbagai hasil kajian dalam blog ini dengan baik, bijak, dan bertanggung jawab.


Minggu, 16 Oktober 2011

Perbedaan antara Artis dengan Selebritis

Perbedaan antara Artis dengan Selebritis
Meluruskan Kekeliruan Persepsi Masyarakat akan Istilah “Artis” dan “Selebritis”

Oleh: Wahyu Budi Nugroho


“Wah enak ya jadi ‘dia’, terkenal dan banyak duit. Kalau begitu, aku jadi artis saja!”, ucap seorang remaja yang duduk di samping saya. Ia adalah Gusti, adik salah seorang kolega. Tahun ini, ia duduk di bangku kelas 3 SMA. Saya melihat, Gusti tak ubahnya dengan remaja-remaja lain di luar sana, gambaran ABG yang masih belum memiliki tujuan pasti dalam hidupnya, agaknya ia belum memikirkan apa yang bakal dilakukannya guna mengisi hidupnya lima puluh tahun ke depan. Melihatnya, mengingatkan saya pada petuah seorang motivator kenamaan dunia (kalau tak salah, Herbert N. Casson), “Jika di usia tujuh belas tahun kau belum memiliki cita-cita pasti dalam hidupmu, sama halnya kau telah membuang percuma separuh usiamu!”. Cukup menggetarkan memang.      

Kembali ke obrolan semula. Saat mendengar ucapan Gusti, Saya segera menyambungnya,

“Gus, jadi artis atau selebritis???”
“Lho, bukannya sama saja ya, Kak?”.balasnya segera.
Hmm … beda, Gus. Kalau ‘artis’ itu sebetulnya seniman, coba cek di kamus bahasa Inggris. Nah, yang namanya seniman itu belum tentu terkenal dan tajir. Kamu lihat pelukis-pelukis atau tukang tato di pinggiran jalan, mereka itu juga artis” jelas saya sedikit panjang.
“Terus kalau selebritis, Kak?” Gusti kembali bertanya, kali ini wajahnya tampak lebih penasaran.
“Kalau selebritis baru tajir. Selebritis itu dari kata celebrate-bahasa Inggris yang artinya ‘merayakan’. Jadi, selebritis itu orang-orang yang gemar merayakan sesuatu; merayakan kehidupannya dengan berperilaku ‘royal’, merayakan ketenarannya dengan selalu menjaga penampilan. Jadi, selebritis itu orang-orang yang memang tajir”
“Oh, begitu ya, Kak! Kalau begitu, Gusti jadi selebritis saja!” ucapnya sedikit berteriak diikuti wajah bungah yang teramat sangat.


Melalui obrolan singkat saya dengan Gusti di atas, kiranya dapat ditilik secara jelas perbedaan antara istilah “artis” dengan “selebritis”. Kesalahan persepsi yang telah lama menjangkiti masyarakat luas selama ini akan kedua istilah tersebut kiranya disebabkan oleh para selebritis kita sendiri yang kerap menjuluki diri mereka sebagai artis dalam berbagai kesempatan, padahal istilah yang lebih tepat adalah selebritis, aktor atau aktris. Di Barat misalkan, istilah artis benar-benar ditujukan bagi mereka yang memiliki concern terhadap dunia seni/estetika—tentunya di luar seni peran layar kaca, sedang para bintang film (layar kaca) lebih dijuluki sebagai selebritis, aktor atau aktris.

Cao!


*****

  



4 komentar:

Punya.Tia mengatakan...

hahhaaa.....
lumayan ngena mas....


oya, mampir juga di blog saya ya.. (follow jg boleh..)maklum newbie nih...

Stylish Generation

Wahyu Budi Nugroho mengatakan...

siap mbak tia, klo nggak salah kemarin sudah saya follow deh ;)

Meta iruka mengatakan...

gimana kalau idola... pasti beda lagi kan sama artis dan selebritis...

Islamic Cinemaker mengatakan...

Sederhananya, seniman itu pasti artis. Artis belum tentu selebritis. Dan selebritis juga belum tentu seniman. Yang penting, terkenal dan tajir (misal pemain sepakbola international), bisa dibilang selebritis. Sementara artis, yang penting bisa berkesenian (seniman).

Poskan Komentar

Facebook Connect

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger