"To revolt today, means to revolt against war" [Albert Camus]

 

Blog ini berisi working paper, publikasi penelitian, resume berikut review eksemplar terkait studi ilmu-ilmu sosial & humaniora, khususnya disiplin sosiologi, yang dilakukan oleh Wahyu Budi Nugroho [S.Sos., M.A]. Menjadi harapan tersendiri kiranya, agar khalayak yang memiliki minat terhadap studi ilmu-ilmu sosial & humaniora dapat memanfaatkan berbagai hasil kajian dalam blog ini dengan baik, bijak, dan bertanggung jawab.


Sabtu, 07 Januari 2012

Perubahan Perilaku di Jalanan akibat “Telpon Genggam”

Perubahan Perilaku di Jalanan akibat “Telpon Genggam”
Oleh: Wahyu Budi Nugroho[1]


Ajeg diketahui bahwa perkembangan teknologi informasi membawa dampak positif yang signifikan bagi aktivitas keseharian manusia. Beragam misal teknologi informasi terkini layaknya handphone/hp ‘telpon genggam’, internet dan sejenisnya memungkinkan kita untuk menjalin komunikasi kapanpun dan dimanapun. Namun demikian, kita kerap kali tak menyadari bahwa adakalanya berbagai teknologi informasi tersebut justru menyebabkan terjadinya perubahan perilaku, bahkan membahayakan diri kita. Sebagai misal, hampir tak mungkin bagi kita untuk berlama-lama mengabaikan panggilan maupun pesan singkat (baca: sms) yang masuk lewat hp. Kiranya, hal tersebut dapat dibuktikan dengan cukup banyaknya pengendara kendaraan roda dua yang akhir-akhir ini dengan sengaja menepi dan berhenti untuk menjawab panggilan masuk atau sekedar membalas sms, parahnya lagi sebagian dari mereka melakukan aktivitas tersebut sembari berkendara. Sedang, apabila pengendara roda empat, umumnya mereka menerima panggilan masuk atau membalas sms yang masuk sembari menyetir kendaraan. Tak pelak, di samping membahayakan keselamatan pengendara yang bersangkutan, hal tersebut turut membahayakan para pengendara lainnya di jalan.

Merespon maraknya fenomena di atas, beberapa pemerintah setempat kota-kota besar di tanah air telah melarang keras para pengemudi kendaraan bermotor untuk melakukan aktivitas terkait sembari berkendara demi alasan keamanan. Jakarta misalnya, larangan keras tersebut telah diterapkan secara tegas, pihak yang berwajib—polantas—tak segan-segan melayangkan tilang atau mengambil hp dari pengendara yang terbukti menyalahi larangan di atas. Namun, di kota besar lainnya semisal Yogyakarta, aturan tersebut belum diterapkan secara tegas. Apabila kita plesir di kota yang konon berhati nyaman ini, maka akan kita temui banyak dari pengendara motor maupun mobil yang ber-sliweran sembari melakukan dua aktivitas “tabu” di atas—menerima panggilan masuk atau membalas sms. Tentunya ini menjadi sebentuk keprihatinan tersendiri.

Perihal menarik berkenaan dengannya adalah, bagaimana jika kita mencoba berpikir sedikit “nakal” dengan membandingkan situasi dan kondisi jalanan kota-kota besar “sebelum dan setelah” hp menjadi barang umum yang dimiliki hampir setiap orang. Perbedaannya jelas, sebelum instrumen komunikasi tersebut menjadi barang umum dalam masyarakat kita, musykil ditemui para pengendara kendaraan bermotor di jalanan yang mengemudi sekaligus menjawab panggilan masuk atau membalas sms. Hal terkait tentunya demikian berbeda dengan situasi dan kondisi saat ini. Secara tak langsung, ini membuktikan telah terjadinya perubahan perilaku masyarakat kita di jalanan akibat teknologi informasi yang dinamai “handphone” itu. Tantangan yang hadir kemudian adalah, bagaimana mengupayakan penggunaan hp secara cerdas oleh masyarakat, yakni dengan mewujudkan situasi dan kondisi jalanan layaknya instrumen tersebut belum dimiliki secara massal. Sudah tentu terwujudnya masyarakat pengguna hp yang cerdas menjadi harapan kita bersama, setidaknya mereka mampu menimbang: segera menjawab telpon atau membalas sms yang masuk dengan mempertaruhkan keselamatan jiwa mereka dan orang lain, atau menunda aktivitas tersebut untuk beberapa momen dan menyelamatkan jiwa mereka berikut orang lain. Nyatanya, masa depan kita masih perawan, segala sesuatu masih mungkin terjadi!


*****


[1] Pengamat sosial.

2 komentar:

Punya.Tia mengatakan...

a.k.a korban gadget.. hehe

Stylish Generation

Wahyu Budi Nugroho mengatakan...

wkwkwkwk

Poskan Komentar

Facebook Connect

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger