"To revolt today, means to revolt against war" [Albert Camus]

 

Blog ini berisi working paper, publikasi penelitian, resume berikut review eksemplar terkait studi ilmu-ilmu sosial & humaniora, khususnya disiplin sosiologi, yang dilakukan oleh Wahyu Budi Nugroho [S.Sos., M.A]. Menjadi harapan tersendiri kiranya, agar khalayak yang memiliki minat terhadap studi ilmu-ilmu sosial & humaniora dapat memanfaatkan berbagai hasil kajian dalam blog ini dengan baik, bijak, dan bertanggung jawab.


Selasa, 19 September 2017

Riwayat Pemberontakan el Comandante FIDEL CASTRO

Riwayat Pemberontakan el Comandante FIDEL CASTRO Penulis: Wahyu Budi Nugroho Editor: Gede Kamajaya Penerbit: SOCIALITY, Yogyakarta Cetakan Pertama, Agustus 2017 ISBN: 978-602-6673-17-6 164 hal; 14 cm x 20 cm Klik di sini untuk pesan! Distributor: PT AHI Jl. Imogiri Barat km 4,5 No. 95 Randubelang, Sewon, Bantul, DIY. Telp. (0274) 379444 Klik di sini untuk pesan!...

Rabu, 07 Juni 2017

Mengapa Kita Selfie?

Mengapa Kita Selfie?* Investigasi Psikologi Eksistensial dan Psikoanalisis Radikal Wahyu Budi Nugroho Sosiolog Universitas Udayana Tentang “Diri yang hilang” Tulisan ini berawal dari satu tesis mengenai “diri yang hilang”. Pengertian “diri yang hilang” sebagaimana dimaksudkan di sini sama sekali tak berkaitan dengan kooptasi struktur, sistem, atau semacamnya; melainkan berada di ranah psikologis dan menyangkut peristilahan subjectum dengan subjectus (subyek aktif dan subyek pasif). Lebih jauh, tesis “diri yang hilang” juga tak serta-merta dapat dikaitkan dengan diri yang teralienasi secara biologis—tubuh (sema) adalah kuburan jiwa (soma): hidup adalah keterasingan panjang. “Diri yang hilang” di sini mengakui kesatuan jiwa dan...

Sabtu, 24 Desember 2016

Analisis Sosial "Telolet"

ANALISIS SOSIAL "TELOLET" (SOSIOLOGI TELOLET) [Gambar: merdeka.com]  Wahyu Budi Nugroho Sosiolog Universitas Udayana “Telolet” adalah prinsip kelangkaan. Tidak setiap bus memiliki klakson telolet, dan meskipun ada bus yang memilikinya, belum tentu mereka mau membunyikan klakson telolet-nya. Inilah awalan yang membuatnya menarik, bahkan kini mulai menggejala dimana-mana. Berpegang pada prinsip kelangkaan tersebut, ditambah tidak setiap supir bus mau membunyikannya, telolet seakan menjadi begitu berharga di mata anak-anak. Mereka yang berhasil membuat supir bus membunyikan telolet seolah mendapat “hadiah”. Permainan telolet ini menjadi kian mengasyikkan ketika digunakan gawai (baca: hp) untuk menangkap momen "peristiwa" dan...

Tejo Sulistyo, Maestro Tari Jawa yang Ajeg Mencari Keparipurnaan

TELAH TERBIT Judul: "Tejo Sulistyo, Maestro Tari Jawa yang Ajeg Mencari Keparipurnaan" Penulis: Wahyu Budi Nugroho Penerbit: Cipta Media, Yogyakarta Cetakan I: Oktober 2016 ISBN: 978-602-7897-13-7 ...

Sabtu, 14 Mei 2016

1001 Dosa Orangtua pada ANAK

TELAH TERBIT. Buku saya yang ke sekian. Ditulis bersama taipan bisnis billboard Jakarta sekaligus suami artis tanah air era 1990-an Minati Atmanegara: Alexander Felder. Buku ini merupakan “publikasi selingan” (baca: publikasi refreshing) saya di sela penulisan naskah-naskah lain yang lebih berat dan memusingkan. Sebagaimana judulnya yang tampak begitu “pop”, buku ini memuat konsep-konsep sosiologi keluarga termutakhir, diramu dengan beragam konsep aplikatif disiplin psikologi serta kewirausahaan secara ringan dan mudah dimengerti. Di balik sosoknya yang polos, buku ini berupaya mengritisi kultur feodal yang telah lama bercokol di tanah air, bahwa; “orangtua selalu benar”, “orangtua sarat diikuti tanpa perlu dipertanyakan”, pun yang...

Menyoal Fantasi dan Emansipasi dalam "Foodgasm"

Menyoal Fantasi dan Emansipasi dalam “Foodgasm” Wahyu Budi Nugroho Sosiologi Universitas Udayana dimuat di Jurnal Widya Sosiopolitika Vol.6/No.2, Sept 2015 Abstract This study pursues to seek the present exaggerated foodgasm phenomena with its social implications. Straightforward, foodgasm can be described as; “delightful sensation during eating”. The sensations not only exist in the “flavour” aspect or human sense of taste, but also visual aspect. In this case, fantasy is a crucial matter that has a vital role. Furthermore, this study pursues to formulate some emancipation alternatives of the fantasy, such as, from Jean Baudrillard’s “seduction” perspective, Roland Barthes’s semiotics methods, Slavoj Zizek’s fantasy and emancipation...

Pages 291234 »

Facebook Connect

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger